Home

 

 

WELCOME

 

Fridolin Ukur  lahir di Tamiang Layang pada tanggal 5 April 1930. Beliau adalah seorang Tentara, Pendeta dan Sastrawan. Pada tahun 1947-1950 beliau bergabung dengan Laskar ALRI Divisi IV Kalimantan yang melakukan gerilya di wilayah Barito Selatan dan bermarkas di Sanggu (Sebuah Desa dekat Buntok) dan diberi pangkat Letnan Satu dengan Jabatan Wakil Komandan Kompi, setelah kembali ke Banjarmasin beliau diangkat sebagai Wakil Komandan Kompi Commando Troop Perserikatan Bangsa-bangsa dan ditempatkan di Kuala Kapuas, Pak Ukur berhenti menjadi Tentara dengan pangkat terakhir Letnan Satu. Pada Tahun 1950 Pak Ukur memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (Hoogere Theologische School waktu itu). Setelah di Tahbiskan sebagai Pendeta di Kuala Kapuas tahun 1956, karir Kependetaannya diawali dengan mengajar di Akademi Theologi GKE di Banjarmasin dan tahun 1963 dipercayakan untuk memimpin Akademi Theologi GKE (Sekarang STT GKE).

Sambil memimpin Akademi Theologia Pak Ukur mulai mempersiapkan diri untuk study doktor. Untuk itu ia belajar ke Fakultas Teologi Universitas Basel, Swiss sekaligus melakukan riset kepustakaan. Dari Fakultas Teologi Basel itu ia meraih gelar doktorandus (kandidat doktor).  Lalu gelar doktor teologi ia peroleh dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta tahun 1972. Karena sejak awal ia memang berminat dalam bidang sejarah kebudayaan, maka itu pulalah yang menjadi riset doktoralnya, yang ia tuangkan dalam disertasi yang berjudul “Tantang Jawab Suku Dayak”. Ia adalah doktor teologi angkatan pertama dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta.

Setelah merampungkan study doktornya, tahun 1972 itu Pak Ukur dipercaya untuk memimpim sebuah lembaga yang bergengsi, yaitu Lembaga Penelitian dan Study Dewan Gereja-gereja di Indonesia (LPS DGI) di Jakarta. Selama ia menjabat sebagai pimpinan lembaga ini banyak produk-produk riset, kajian, dan penerbitan yang dihasilkan. Salah satu karya monumental lembaga ini adalah buku berjudul “Jerih dan Juang Gereja-gereja di Indonesia”. Sebuah buku yang merupakan rangkuman dari hasil penelitian mengenai gumul dan juang gereja-gereja di Indonesia dalam konteks sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, dan agama-agama.

Kritikus sastra, HB Yasin dalam bukunya “Angkatan ’66, Prosa dan Puisi” menobatkannya sebagai salah seorang penyair Angkatan ’66. Sebagai sastrawan dan penyair ia juga banyak menulis puisi. Dua buku kumpulan puisinya diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia dengan judul “Darah dan Peluh” dan “Wajah Cinta”.

Sebagai Penghargaan atas jerih dan juang beliau untuk Gereja Kalimantan Evangelis khususnya STT GKE Banjarmasin maka pada tahun 2004 Perpustakaan STT GKE berubah nama menjadi “Perpustakaan Pdt. Dr. Fridolin Ukur”

 

Salam
Pdt. Hadi Miter, M.Th, MLIS | Kabag Perpustakaan Pdt. Dr. Fridolin Ukur